Little Surprise Big Happines!
Genap enam tahun akhirnya saya bekerja di Hong Kong. Manis, pahit pengalaman di sana saya jadikan bekal untuk tetap tegar menatap masa depan.
Tak ada seorangpun merasa cukup dengan apa yang dimiliki atau dicapainya. Pemikiran itu juga pernah terendap di kepala saya. Dulu saya hanya berencana bekerja dua tahun di sana. Namun melihat jumlah nominal gaji yang hampir selalu naik pertahunnya membuat saya 'greedy'.
Dua tahun lagi saya tambah kontrak kerja. Lalu dua tahun lagi selanjutnya. Yang saya kejar hanya satu. Uang! Saya tak pernah berfikir yang lain selain uang, uang dan uang.
Namun seiring waktu entah bagaimana awalnya, mindset saya berubah. Target saya tak lagi uang. Saya mulai mengenal yang namanya pencarian eksistensi. Dan itu saya dapatkan dari sosial media.
Dulu ada facebook yang sempat buat saya mabook. Berdiam diri berjam-jam di depan netbook. Sekedar cari teman ngobrol atau cari hiburan. Lama-kelamaan kesukaan saya bergeser. Yang dulunya hanya fokus cari hiburan di streaming Youtube atau memperkaya teman chating, di tahun-tahun jelang akhir kontrak, saya mencebur ke dunia penulisan online. Yup! That's what we usually call it, BLOG!
Penulusuran saya bermuara pada sebuah blog 'anak' Kompas.com, Kompasiana. Dari sinilah langkah kecil saya dimulai. Dimulai dengan membuat puisi dan fiksi abal-abal saya mencoba peruntungan di dunia blogging. Lantas merambah ke tulisan reportase.
Peliknya masalah TKW di Hong Kong sengaja saya angkat. Waktu itu niat saya hanya ingin berbagi. Tapi ternyata respon pembaca di tanah air begitu luar biasa. Tatkala satu ketika saya menulis tentang tindakan kriminalisasi petugas bandara Soekarno Hatta, tak dinyana itu mendapat reaksi keras. Pengalaman pribadi saya diperas petugas yang ngotot minta tips secara gamblang saya tulis di sana. Ribuan komentar mengalir.
Puncaknya, tulisan saya lantas di hybrid ke Kompas.com. Bahkan wartawan Kompas menghubungi PT.Angkasa Pura II untuk dimintai konfirmasi.
Semenjak itu kejutan-kejutan kecil sering terjadi. Salah satunya adalah tawaran menjadi jurnalis di sebuah koran berbahasa Indonesia di Hong Kong. Yakni Koran Indonesia. Dan ada yang lebih wow lagi yaitu kesempatan masuk TV! Wiiiww... Senangnya.
Cerita lengkapnya ada di 'rumah' saya yang lain ya, di www.kompasiana.com/chatterbox. Jangan lupa visit kalau tak mau ketinggalan cerita tentang hebohnya saya syuting untuk Liputan 6 SCTV dan Bukan Jalan-Jalan Biasa TV One.
Tak ada seorangpun merasa cukup dengan apa yang dimiliki atau dicapainya. Pemikiran itu juga pernah terendap di kepala saya. Dulu saya hanya berencana bekerja dua tahun di sana. Namun melihat jumlah nominal gaji yang hampir selalu naik pertahunnya membuat saya 'greedy'.
Dua tahun lagi saya tambah kontrak kerja. Lalu dua tahun lagi selanjutnya. Yang saya kejar hanya satu. Uang! Saya tak pernah berfikir yang lain selain uang, uang dan uang.
Namun seiring waktu entah bagaimana awalnya, mindset saya berubah. Target saya tak lagi uang. Saya mulai mengenal yang namanya pencarian eksistensi. Dan itu saya dapatkan dari sosial media.
Dulu ada facebook yang sempat buat saya mabook. Berdiam diri berjam-jam di depan netbook. Sekedar cari teman ngobrol atau cari hiburan. Lama-kelamaan kesukaan saya bergeser. Yang dulunya hanya fokus cari hiburan di streaming Youtube atau memperkaya teman chating, di tahun-tahun jelang akhir kontrak, saya mencebur ke dunia penulisan online. Yup! That's what we usually call it, BLOG!
Penulusuran saya bermuara pada sebuah blog 'anak' Kompas.com, Kompasiana. Dari sinilah langkah kecil saya dimulai. Dimulai dengan membuat puisi dan fiksi abal-abal saya mencoba peruntungan di dunia blogging. Lantas merambah ke tulisan reportase.
Peliknya masalah TKW di Hong Kong sengaja saya angkat. Waktu itu niat saya hanya ingin berbagi. Tapi ternyata respon pembaca di tanah air begitu luar biasa. Tatkala satu ketika saya menulis tentang tindakan kriminalisasi petugas bandara Soekarno Hatta, tak dinyana itu mendapat reaksi keras. Pengalaman pribadi saya diperas petugas yang ngotot minta tips secara gamblang saya tulis di sana. Ribuan komentar mengalir.
Puncaknya, tulisan saya lantas di hybrid ke Kompas.com. Bahkan wartawan Kompas menghubungi PT.Angkasa Pura II untuk dimintai konfirmasi.
Semenjak itu kejutan-kejutan kecil sering terjadi. Salah satunya adalah tawaran menjadi jurnalis di sebuah koran berbahasa Indonesia di Hong Kong. Yakni Koran Indonesia. Dan ada yang lebih wow lagi yaitu kesempatan masuk TV! Wiiiww... Senangnya.
Cerita lengkapnya ada di 'rumah' saya yang lain ya, di www.kompasiana.com/chatterbox. Jangan lupa visit kalau tak mau ketinggalan cerita tentang hebohnya saya syuting untuk Liputan 6 SCTV dan Bukan Jalan-Jalan Biasa TV One.
Komentar
Posting Komentar