Jadi Jurnalis Dadakan
Berbekal keuletan, kegigihan dan sedikit kemampuan menulis, saya mencoba peruntungan menjadi kontributor di salah satu koran berbahasa Indonesia di Hong Kong. Tak mudah untuk menjadi penulis di media di sana. Seringkali saya dibuat pusing dengan schedule.
Dalam sehari saya bisa punya lebih dari lima agenda dengan narasumber yang berbeda. Berpindah-pindah tempat pula. Turun dari MTR saya langsung menyeruak keluar. Menuju trotoar yang dipenuhi pejalan kaki, atau antri panjang demi memasuki sebuah lift.
Tugas pertama saya sebagai jurnalis dadakan adalah meliput konser NOAH. "Born To Make History". Instan saja melalui sms, pimred saya mengirim sms "Aul, kamu langsung ke Hall HKCEC Wanchai. Minta kartu pers sama panitia. Liput konsernya dan kirim tulisanmu ke email redaksi ya!"
Nah, it sounds so easy! But..
Hmm.. Di sini dag dig dug tak terkendali. Santai saja saya memasuki Hall besar itu. Suara gaduh fans Ariel yang kala itu baru saja keluar penjara sempat membuat konsentrasi buyar. 'Eh saya kok merasa menjadi orang yang berada pada tempat dan situasi yang salah.."
Nyali saya makin menciut ketika saya mulai melihat puluhan awak media berjalan melintas. Berkalung name tag 'Media' plus kamera profesional mereka nampak percaya diri memasuki hall. Seketika saya meraba kamera saku yang nyempil di lipatan kantong tas.
Ditemani nervous dan gemes lantaran ingin segera melihat sosok Ariel saya nekat menerabas tim pengamanan. Pede yang masih tersisa ini saya jadikan bekal. "Excuse me, I'm from media. Can I go in?" Mereka mengernyitkan dahi.
"I have registered. You can check it!"
Mereka malah pandang-pandangan.
"Aulia, Koran Indonesia! Please check it! I'm waiting!" Saya mulai putus asa.
Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba salah satu dari mereka mengulurkan name tag 'Media'. "You can come in."Waoooww.. Yuuhuuu.. I did it! Ariel.. I am comiing! :D
Dan misi pertama sayapun sukses! Misi-misi selanjutnya saya jalani dengan percaya diri. Tercatat beberapa konser group band Indonesia papan atas saya ikuti. Diantaranya Nidji, Ada Band, Hijau Daun, Terry dan ya g tak kalah spektakulernya adalah penghargaan untuk insan musik Indonesia, Nagaswara Music Award 2012.
Kisah lengkap petualangan saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga sekaligus menjadi blogger dan jurnalis di Hong Kong dapat di simak di blog saya lainnya di www.kompasiana.com/chatterbox.
Di halaman ini saya hanya akan memajang foto-foto saya saat 'bertugas'. Yuk simak!
Dalam sehari saya bisa punya lebih dari lima agenda dengan narasumber yang berbeda. Berpindah-pindah tempat pula. Turun dari MTR saya langsung menyeruak keluar. Menuju trotoar yang dipenuhi pejalan kaki, atau antri panjang demi memasuki sebuah lift.
Tugas pertama saya sebagai jurnalis dadakan adalah meliput konser NOAH. "Born To Make History". Instan saja melalui sms, pimred saya mengirim sms "Aul, kamu langsung ke Hall HKCEC Wanchai. Minta kartu pers sama panitia. Liput konsernya dan kirim tulisanmu ke email redaksi ya!"
Nah, it sounds so easy! But..
Hmm.. Di sini dag dig dug tak terkendali. Santai saja saya memasuki Hall besar itu. Suara gaduh fans Ariel yang kala itu baru saja keluar penjara sempat membuat konsentrasi buyar. 'Eh saya kok merasa menjadi orang yang berada pada tempat dan situasi yang salah.."
Nyali saya makin menciut ketika saya mulai melihat puluhan awak media berjalan melintas. Berkalung name tag 'Media' plus kamera profesional mereka nampak percaya diri memasuki hall. Seketika saya meraba kamera saku yang nyempil di lipatan kantong tas.
Ditemani nervous dan gemes lantaran ingin segera melihat sosok Ariel saya nekat menerabas tim pengamanan. Pede yang masih tersisa ini saya jadikan bekal. "Excuse me, I'm from media. Can I go in?" Mereka mengernyitkan dahi.
"I have registered. You can check it!"
Mereka malah pandang-pandangan.
"Aulia, Koran Indonesia! Please check it! I'm waiting!" Saya mulai putus asa.
Entah bagaimana awalnya, tiba-tiba salah satu dari mereka mengulurkan name tag 'Media'. "You can come in."Waoooww.. Yuuhuuu.. I did it! Ariel.. I am comiing! :D
Dan misi pertama sayapun sukses! Misi-misi selanjutnya saya jalani dengan percaya diri. Tercatat beberapa konser group band Indonesia papan atas saya ikuti. Diantaranya Nidji, Ada Band, Hijau Daun, Terry dan ya g tak kalah spektakulernya adalah penghargaan untuk insan musik Indonesia, Nagaswara Music Award 2012.
Kisah lengkap petualangan saya bekerja sebagai pembantu rumah tangga sekaligus menjadi blogger dan jurnalis di Hong Kong dapat di simak di blog saya lainnya di www.kompasiana.com/chatterbox.
Di halaman ini saya hanya akan memajang foto-foto saya saat 'bertugas'. Yuk simak!






Komentar
Posting Komentar