Tentang Chloe dan Curtis, Love of My Life

Bukan hal mudah menjalani hidup sebagai buruh migran di negeri orang. Kami rentan sekali sama yang namanya pelecehan, penganiayaan sampai pelemahan karakter.
Saya memang tidak mengalami hal-hal tersebut secara langsung. Namun cerita tentang penganiayaan, pelecehan baik secara fisik maupun psikis kerap saya dengar dari teman-teman.
Beruntung saya mendapat majikan yang baik, menghargai hak serta memperlakukan saya selayaknya orang yang derajatnya sama seperti mereka.

Job saya adalah mengasuh dua anak. Si kakak berumur 18 bulan dan si adik baru berumur 1 bulan ketika saya tiba. Gemetaran saya menggendong tubuh bayi yang masih merah itu. Segala doa saya panjatkan supaya saya senantiasa diberi kemudahan dalam merawat, membesarkan dan mendidik anak-anak ini.

Inilah profil dua anak yang saya asuh. Si kakak bernama Chloe Chan. Gadis chinese mungil itu langsung mencuri hati kali pertama saya melihatnya. Badannya gempul, berpipi tembem, poni model mushroom head serta mata menyipit. Sebuah kombinasi yang pas. Imuuut!

Sementara si adek bernama Curtis Chan. Kulitnya masih merah. Jemarinya kecil, senantiasa menggenggam jari saya ketika saya selipkan disela-selanya. Saya amat menyukai keduanya. Dan semenjak itu, saya berperan sebagai pengasuh keduanya. Lebih dari itu saya menganggap keduanya seperti anak kandung saya sendiri.

Meski pada kenyataannya saya belum menikah, naluri mampu menuntun saya untuk bisa melakukan tugas-tugas yang berhubungan dengan baby caring.

Luar biasa, saya sendiri merasa 'amazed' of my self! I did it! Saya bisa menyatu dengan anak-anak itu. Dengan keluarga itu!








Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dragon Boat Festival

Sisi Mistik dari Bride's Pool si Air Terjun Pengantin

IPS KELAS 6 SEMESTER 1 - BAB 1 - SISTEM ADMINISTRASI INDONESIA