Lautan Manusia Penuhi Jalan Raya Jelang Pergantian Akhir Tahun

Sekitar pukul 10 malam saya meninggalkan flat menuju
Hong Kong Cultural Center Piazza di Tsim Sha Tsui. Tempat paling pas untuk menyaksikan show. Namun ternyata semua akses menuju tempat itu ditutup. Kami hanya bisa mencapai Salisbury Road.

Situasi tak memungkinkan untuk berjalan lebih dekat lagi ke tepian pelabuhan Victoria. Semua jalan telah diblok oleh jutaan manusia. Demi keamanan saya tak bisa memaksakan diri untuk mencari tempat yang lebih strategis. Cukuplah di situ. Menyempil diantara jutaan orang yang asik mempersiapkan gadgetnya untuk mengabadikan momen pergantian tahun baru.

Suhu udara yang mencapai titik 8 derajat celcius tak menyurutkan niat orang-orang untuk berpesta. Bahkan saya melihat banyak bayi-bayi mungil dalam kereta dorong atau dalam gendongan orang tuanya. Sepertinya memang mereka terlihat begitu antusias.

Nampaknya pesta tahun baru yang bertajuk ‘New Year New World’ ini benar- benar menjadi momen yang paling ditunggu-tunggu. Tak hanya bagi warga lokal tentunya. Banyak turis asing yang sudah jauh-jauh hari datang ke kota kecil ini demi sebuah tontonan yang mungkin lebih hebat dari negara mereka masing-masing.

Segigih apapun usaha saya untuk melangkah lebih dekat lagi ke tepi laut hanya berbuah sia-sia. Dengan sangat terpaksa saya hanya bisa menyaksikan dari kejauhan. Ketika sampai di Salisbury Road, jalanan sudah ditutup. Padahal itu baru jam 9:30. Ratusan polisi memblokade jalanan. Tak habis akal, saya lalu naik ke taman yang berada persis di atas sebuah restoran. Di sana saya juga menjumpai lautan manusia.

Hampir menyerah, saya nyaris putus asa. Muncul keraguan besar dalam benak saya ketika melihat kenyataan bahwa saya yang memiliki ukuran tubuh mungil ini berada ditengah-tengah orang-orang yang rata-rata badannya lebih besar dan tinggi dari saya. Waduh alamat nonton punggung dan mendengar suara jegar-jeger saja kalau begini.

Tiba-tiba saya melihat celah di sebuah sudut. Seorang pasangan muda-mudi nampaknya kelelahan di sana. Saya mendengat sanga gadis menggerutu dan mengajak kekasihnya pulang saja.
Dan benar saja, tak berselang beberapa lama, mereka beranjak pergi. Yap! Tentu saja saya tak menyia-nyiakan kesempatan itu!
Uhuy dapat tempat juga! Lumayan!





Komentar

Postingan populer dari blog ini

Dragon Boat Festival

Sisi Mistik dari Bride's Pool si Air Terjun Pengantin

IPS KELAS 6 SEMESTER 1 - BAB 1 - SISTEM ADMINISTRASI INDONESIA