Jelajahi The Peak (2): Memotong Senja
Ini catatan perjalanan saya yang ke dua tentang The Peak. Sebelumnya jika saya bercerita bagaimana kehebohan kita ketika sampai di puncak tertinggi di Hong Kong itu, kali ini saya akan menceritakan kenangan indah saya membingkai senja di sana.
Senja, semua mengakui momen ini sangat sayang untuk dilewatkan. Kita bisa menyaksikan keagungan Tuhan manakala keindahan semburat jingga dari sang Surya perlahan-lahan menghilang di ufuk barat. Syahdu, tenang dan damai rasa di hati.
Saya adalah penikmat senja. Ketika kecil saya sering menghabiskan waktu berdua dengan ayah. Di sana kami diam berdua di tengah sawah. Kami duduk menghadap barat dimana Gunung Muria berada. Detik-detik tatkala matahari sedikit demi sedikit menyentuh puncak gunung sungguh suatu pemandangan yang amat menakjubkan. Momen kebersamaan saya bersama ayah lalu disempurnakan dengan menyaksikan potret langit berwarna jingga dan merah pertanda senja kan berganti malam.
Itu sekelumit kenangan saya bersama ayah di masa kecil. Sekarang beliau telah berada di sana di samping Sang Pemilik senja. Ahh pasti ayah sekarang tahu rahasia tentang senja mengapa berwarna merah dan bukan biru terik seperti kala siang. Pasti Dia sudah memberitahumu kan, Ayah? :D Damailah selalu bersamanya ya Ayah! :)
Kembali ke senja di The Peak Hong Kong. Sore itu dengan kondisi tempetatur yang makin drop, bersama teman- teman saya beranjak menuju Galleria The Peak. Sebuah shopping center yang juga berada di area tempat wisata tersebut. Niat awal kita mau cari makan, seharian main kita lupa sampai mengabaikan panggilan dari dasar lambung. Seingat saya waktu itu kita tak jadi makan justru waktu yang ada kita habiskan untuk menunggu sunset. Momen yang paling ditunggu- tunggu para pengunjung The Peak.
Saya tak mengira jika ternyata pergerakan matahari menuju perjalanan "pulang" nya di langit The Peak itu tak kalah indahnya dengan sunset milik saya di dekat Gunung Muria sana. Its really awesome!
Inilah dia beberapa momen yang sempat saya abadikan.
Dan sejauh ini saya berani memproklamirkan ini satu2 nya senja terindah yang pernah saya jumpai. :)
Senja, semua mengakui momen ini sangat sayang untuk dilewatkan. Kita bisa menyaksikan keagungan Tuhan manakala keindahan semburat jingga dari sang Surya perlahan-lahan menghilang di ufuk barat. Syahdu, tenang dan damai rasa di hati.
Saya adalah penikmat senja. Ketika kecil saya sering menghabiskan waktu berdua dengan ayah. Di sana kami diam berdua di tengah sawah. Kami duduk menghadap barat dimana Gunung Muria berada. Detik-detik tatkala matahari sedikit demi sedikit menyentuh puncak gunung sungguh suatu pemandangan yang amat menakjubkan. Momen kebersamaan saya bersama ayah lalu disempurnakan dengan menyaksikan potret langit berwarna jingga dan merah pertanda senja kan berganti malam.
Itu sekelumit kenangan saya bersama ayah di masa kecil. Sekarang beliau telah berada di sana di samping Sang Pemilik senja. Ahh pasti ayah sekarang tahu rahasia tentang senja mengapa berwarna merah dan bukan biru terik seperti kala siang. Pasti Dia sudah memberitahumu kan, Ayah? :D Damailah selalu bersamanya ya Ayah! :)
Kembali ke senja di The Peak Hong Kong. Sore itu dengan kondisi tempetatur yang makin drop, bersama teman- teman saya beranjak menuju Galleria The Peak. Sebuah shopping center yang juga berada di area tempat wisata tersebut. Niat awal kita mau cari makan, seharian main kita lupa sampai mengabaikan panggilan dari dasar lambung. Seingat saya waktu itu kita tak jadi makan justru waktu yang ada kita habiskan untuk menunggu sunset. Momen yang paling ditunggu- tunggu para pengunjung The Peak.
Saya tak mengira jika ternyata pergerakan matahari menuju perjalanan "pulang" nya di langit The Peak itu tak kalah indahnya dengan sunset milik saya di dekat Gunung Muria sana. Its really awesome!
Inilah dia beberapa momen yang sempat saya abadikan.
Dan sejauh ini saya berani memproklamirkan ini satu2 nya senja terindah yang pernah saya jumpai. :)






Komentar
Posting Komentar