'BMI Darling' itu Bernama Ludovicus Mardiyono
Semua pasti tak akan menyangkal bila saya bilang sosok yang satu ini adalah sosok yang amat mengagumkan. Pembawaannya sederhana, tutur katanya lembut bersahaja. Ya dialah Bpk. Ludovicus Mardiyono seorang penggiat media yang aktif di gerakan sosial.
Kurang lebih satu tahun saya mengenal sosok yang satu ini. Saya masih ingat betul pertama kali berjumpa dengannya pada saat admin Kompasiana mas Iskandar Zulkarnain bertandang ke Hong Kong. Kunjungan kilatnya ke Hong Kong kali pertama itu dimanfaatkan untuk bertemu 'anak-anak' nya. Yakni para blogger Kompasiana. Nah, di situlah saya berkenalan dengan Pak Ludovicus yang lebih akrab dipanggil Pak Lud ini. Saya tak begitu tertarik menelisik lebih lanjut tentang siapa beliau ini. Yang saya tahu beliau adalah salah satu member Kompasiana. Seperti apa sepak terjang dan kepopuleran beliau di kalangan BMI (Buruh Migran Indonesia) saya sungguh-sungguh tidak tahu. Justru yg saya ingat waktu itu, saya lebih tertarik untuk berkenalan dengan cowok kece mirip Mario Lawalatta yang datang bersamanya. "Ini ponakannya ya Pak?" Hahaha dasar saya paling tidak bisa kalau melihat yang bening-bening.
Baru belakangan ini saya tahu, Pak Lud itu ternyata orang yang sangat istimewa. Kalau Jokowi disebut-sebut sebagai 'media darling' nah saya memberi sebutan lain kepada Pak Lud. 'BMI darling' Yeah! Beliau sungguh pantas menerima gelar ini. Kedekatan dan kepedulian akan nasib BMI membuat Pak Lud seolah-olah bagaikan bapak angkat bagi semua BMI. Tenaga dan fikirannya tak hanya melulu dicurahkan untuk memajukan media yang dia tangani. Tapi disela-sela kesibukan keredaksiannya, Pak Lud membaurkan diri dengan sejumlah organisasi BMI. Menangkap pernik permasalahan serta berupaya memberikan solusi alternatif. Tak heran kalau saya sedang jalan dengan ayah dari Charles dan David ini saya merasa seperti jalan dengan superstar. 'Hai Pak Lud' Teriak mbak di sebelah sana. 'Eh ada Pak Lud, saya mau curhat nih Pak' Permintaan mbak yang sebelah sini.
Kurang lebih satu tahun saya mengenal sosok yang satu ini. Saya masih ingat betul pertama kali berjumpa dengannya pada saat admin Kompasiana mas Iskandar Zulkarnain bertandang ke Hong Kong. Kunjungan kilatnya ke Hong Kong kali pertama itu dimanfaatkan untuk bertemu 'anak-anak' nya. Yakni para blogger Kompasiana. Nah, di situlah saya berkenalan dengan Pak Ludovicus yang lebih akrab dipanggil Pak Lud ini. Saya tak begitu tertarik menelisik lebih lanjut tentang siapa beliau ini. Yang saya tahu beliau adalah salah satu member Kompasiana. Seperti apa sepak terjang dan kepopuleran beliau di kalangan BMI (Buruh Migran Indonesia) saya sungguh-sungguh tidak tahu. Justru yg saya ingat waktu itu, saya lebih tertarik untuk berkenalan dengan cowok kece mirip Mario Lawalatta yang datang bersamanya. "Ini ponakannya ya Pak?" Hahaha dasar saya paling tidak bisa kalau melihat yang bening-bening.
Baru belakangan ini saya tahu, Pak Lud itu ternyata orang yang sangat istimewa. Kalau Jokowi disebut-sebut sebagai 'media darling' nah saya memberi sebutan lain kepada Pak Lud. 'BMI darling' Yeah! Beliau sungguh pantas menerima gelar ini. Kedekatan dan kepedulian akan nasib BMI membuat Pak Lud seolah-olah bagaikan bapak angkat bagi semua BMI. Tenaga dan fikirannya tak hanya melulu dicurahkan untuk memajukan media yang dia tangani. Tapi disela-sela kesibukan keredaksiannya, Pak Lud membaurkan diri dengan sejumlah organisasi BMI. Menangkap pernik permasalahan serta berupaya memberikan solusi alternatif. Tak heran kalau saya sedang jalan dengan ayah dari Charles dan David ini saya merasa seperti jalan dengan superstar. 'Hai Pak Lud' Teriak mbak di sebelah sana. 'Eh ada Pak Lud, saya mau curhat nih Pak' Permintaan mbak yang sebelah sini.
Di kesempatan yang lain saya bertemu lagi dengan beliau. Masih sama temanya, kumpul bareng blogger Hong Kong. Nah di situ saya tahu persis kalau Pak Lud itu ternyata seorang wartawan sekaligus editor di salah satu koran berbahasa Indonesia di Hong Kong, Koran Indonesia.
Singkat cerita nih, akhirnya kedekatan kita makin menggila. Eh paan nih? :D Semenjak pertemuan kedua itu kita jadi tambah intens komunikasinya. Tidak cuma online tapi juga offline. Entah bagaimana awal ceritanya, tiba-tiba saja ada ide dari beliau yang mengijinkan saya untuk jadi kontributor. Yah ini kesempatan langka! Apalagi buat saya yang hanya penulis abal-abal, ini laksana mimpi di siang bolong.
Berbulan-bulan sudah saya sukses mencetakkan tulisan saya di Koran Indonesia. Senang dong tentunya. Mata saya berbinar-binar tiap kali menatapi tulisan saya di koran itu. Ada desir-desir aneh tatkala saya melewati barisan mbak-mbak di Causeway Bay yang asik membaca koran itu. "Ehh mbak-mbak, tahu nggak itu ada tulisan saya di situ mbaak". Rasanya kalau urat malu saya sudah putus ingin sekali teriak kencang-kencang sambil memegang toa musholla.
Berkat Pak Lud juga saya bisa dengan santai melenggang, memasuki arena pertunjukan konser band papan atas dari tanah Air. Berbekal tiket VIP sebagai perwakilan media saya berhak mendapatkan jalur khusus. Tanpa perlu antri berdesakan dengan ribuan calon penonton yang lain. NOAH, Nidji, ADA Band, dan yang paling teranyar anugrah musik Nagaswara Music Award 2012. Masih belum hilang ketika adrenalin saya terpacu menyaksikan sekaligus meliput hingar-bingar konser-konser itu. Benar-benar pengalaman yang sangat berharga.
Pak Lud, pria asli Solo tapi lebih terlihat seperti asli NTB ini telah begitu sering membantu saya. Terutama ketika saya kedatangan tamu teman-teman blogger dari Tanah air.
Entah berapa kali saya telah merepotkan beliau ini. Tak hanya beliau tapi juga istrinya, Ibu Ritha. Saya yang seharusnya menemani tamu-tamu penting itu terpaksa melimpahkan tanggung jawab itu ke Pak Lud dan Bu Ritha. Situasilah yang memaksa saya untuk melakukan itu semua. Para tamu penting itu datangnya bukan di akhir pekan melainkan pas hari kerja. Sulit bagi saya meluangkan waktu untuk sekedar mengantar mereka jalan-jalan.
Tapi untunglah ada Pak Lud dan istrinya yang begitu luhur hatinya. Dengan sukarela mereka mengambil alih peran saya. Terima kasih yang tak terhingga untuk Pak Lud dan Bu Ritha. Menyediakan waktu khusus untuk menemani tamu-tamu dari Kompas.com (mas Nurul), SCTV (mbak Sufiani Tanjung dan mas Julianus Kriswantoro), Majalah Cosmopolitan (Vidi Prima) dan TV One (Dindi Tartika dan mas Arya Lesmana). Pasti orang-orang yang saya sebutkan ini juga telah merasakan kebaikan hati Pak Lud dan keluarga.
Apalagi yang belum saya tulis tentang beliau? Waduh 100 halaman rasanya tak akan pernah cukup untuk itu. Terlampau banyak! Bagaimana tentang ratusan tiket gratis ke Disneyland dan Noah's Ark untuk BMI waktu itu? Ahk itu juga sangat mengharukan. Terkadang dalam obrolan dengan sahabat karib saya Fera dan Ani, saya selalu menyinggung tentang sosok Pak Lud ini. 'Terbuat dari apa hati Pak Lud ini ya? Titisan malaikatkah?'. Diantara kepongahan dan kecongkakan para pejabat Indonesia di Hong Kong, ada satu orang yang berbeda. Yang selalu siap membantu siapa saja yang datang padanya.
Tanggal 15 Januari ini Pak Lud akan bertolak ke Belgia demi sebuah pekerjaan. Tentunya yang berhubungan dengan misi kemanusiaan. Saya secara pribadi sungguh merasa bersedih tapi sekaligus bahagia. Sedih karena ini artinya saya akan kehilangan seorang 'bapak', teman, partner kerja yang begitu baik. Tapi di sisi lain saya juga bahagia untuknya. Karena saya yakin ini akan menjadi awal kesuksesan karir beliau di dunia internasional. Apalagi beliau mengemban misi yang sangat mulia.
Tulisan ini saya dedikasikan untuk Pak Ludovicus Mardiyono. Tuhan telah mempertemukan kita. Pasti ada 'sesuatu' dibalik itu semua. Saya menerka, Dia ingin supaya saya bisa belajar banyak tentang hidup dari Pak Lud. Tentang perlunya berbagi, melakukan sesuatu yang bermanfaat untuk orang lain serta melihat orang dari hatinya dan bukan dari fisiknya semata. Meski jarak terbentang bukan berarti kisah persahabatan kita berakhir. Justru harapan saya pertalian itu akan semakin erat nantinya.


Pagi Lia.. Perpisahan memang berat di lakukan apalagi dari seseorang yg sangat spesial budi luhurnya spt Pak Lud, semoga langkah beliau ini membawa kesuksesan buat keluarganya, kita kita dan kita semua.
BalasHapushai Chatyn!
BalasHapusBetul Say, kita hanya bisa berharap yg terbaik selalu untuk beliau, karirnya dan keluarganya. :)
yang pasti kita akan tetap keep in touch..